Tingkatkan Biosecurity, Peternak Kampung Akhlak Windusajan Semprot Disinfektan dan Ceta Flytox untuk Usir Lalat
MAGELANG – Memasuki pertengahan bulan Maret, kelompok ternak dalam Program Kampung Akhlak di Dusun Windusajan, Desa Wonolelo, Kabupaten Magelang kembali melakukan serangkaian inovasi dalam manajemen perawatan hewan ternaknya
Fokus utama pada kali ini adalah memaksimalkan tingkat kenyamanan sapi dan memperketat protokol biosecurity guna mencegah masuknya berbagai bibit penyakit ke area kandang.
Sebagai program pemberdayaan ekonomi produktif berskema gaduh sapi yang diinisiasi oleh UPZ Baznas Telkom dan BM3, kualitas kesehatan hewan menjadi indikator utama keberhasilan. Oleh karena itu, para peternak mengambil langkah proaktif melalui penyemprotan disinfektan dan cairan khusus pengusir serangga.
Penyemprotan Disinfektan Sebagai Langkah Cegah Penyakit
Lingkungan kandang yang lembab rentan menjadi tempat berkembang biaknya bakteri dan virus yang bisa membahayakan sapi. Untuk memutus mata rantai penularan penyakit menular, kelompok peternak secara tanggap melakukan penyemprotan disinfektan ke seluruh sudut area kandang sapi.
Langkah sterilisasi ini merupakan bagian dari upaya preventif yang sangat krusial agar sapi-sapi peliharaan terlindungi dari ancaman wabah penyakit, termasuk Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang sering kali menyerang hewan ternak melalui perantara lingkungan yang kurang higienis.
Atasi Gangguan Lalat dengan Ceta Flytox dan Tungku Pengasapan
Selain ancaman virus, gangguan lalat menjadi tantangan tersendiri bagi peternak karena kerap membuat sapi merasa tidak nyaman dan stres. Untuk mengatasi masalah ini, kelompok peternak Kampung Akhlak melakukan penyemprotan obat lalat khusus merek Ceta Flytox. Formula ini disemprotkan di sekitar area kandang guna mengusir populasi lalat yang mengganggu sapi secara efektif.
Tak berhenti pada penyemprotan kimiawi yang aman, kelompok ini juga melakukan modifikasi fasilitas kandang. Mereka membuat tungku masak di area kandang yang difungsikan secara ganda; selain untuk kebutuhan memasak pakan tambahan seperti komboran, asap yang dihasilkan dari tungku tersebut dimanfaatkan untuk pengasapan rutin guna mengusir serangga secara alami.
Untuk menambah kenyamanan ekstra, peternak juga memasang penambahan penutup atap kandang yang bertujuan mencegah silau cahaya matahari berlebih agar sapi dapat beristirahat dengan optimal pada siang hari.
Sapi Lebih Tenang, Bobot Terus Menunjukkan Kenaikan
Berbagai upaya komprehensif yang telah dilakukan pada periode akhir Maret ini membuahkan hasil yang sangat positif. Berdasarkan hasil pantauan dan evaluasi di lapangan, proses pengusiran lalat berjalan dengan sangat efektif. Sapi-sapi di kandang Kampung Akhlak Windusajan kini menjadi lebih nyaman dan terlihat sangat tenang saat menyantap makanannya tanpa gangguan serangga.
Ketenangan sapi saat makan dan beristirahat ini berdampak langsung pada proses penyerapan nutrisi. Hasilnya, bobot sapi terus menunjukkan grafik kenaikan yang menggembirakan.
Keberhasilan ini tentunya tidak lepas dari kedisiplinan seluruh anggota kelompok peternak yang terus konsisten menjalankan Standar Operasional (SOP) dan tugas hariannya, mulai dari membersihkan kandang dan memandikan sapi secara rutin, hingga kewajiban mencari pakan segar setiap hari.
Ke depannya, Rencana Tindak Lanjut (RTL) yang akan diterapkan meliputi pemantauan bobot secara berkala, evaluasi kecukupan pakan, serta menjaga standar kebersihan kandang yang telah terbukti membawa dampak luar biasa bagi kesehatan sapi di Kampung Akhlak Windusajan
Label:
Kabar Berita