Hasil Monev Perdana Program Kampung Akhlak Windusajan: Sapi Terpantau Sehat, Aktif, dan Bobot Meningkat
MAGELANG – Konsistensi dan pengawasan adalah kunci utama dalam menjalankan manajemen peternakan yang sukses. Memasuki pekan ketiga bulan Maret 2026, tim lapangan Program Kampung Akhlak di Dusun Windusajan, Desa Wonolelo, Kabupaten Magelang telah selesai melaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) perdana.
Kegiatan Monev ini bertujuan untuk meninjau langsung implementasi program di lapangan, memantau kinerja para peternak, serta mengecek kondisi kesehatan hewan ternak secara menyeluruh. Hasil pemantauan di kandang masyarakat membawa angin segar bagi kelangsungan program ini ke depannya.
Kondisi Fisik Sapi yang Menggembirakan
Berdasarkan hasil laporan tim lapangan yang didampingi oleh Aan Rahmat dan Muhamad Jawad, kondisi ke-5 ekor sapi yang dikelola oleh 4 orang anggota kelompok terpantau sangat baik. Sapi-sapi tersebut dilaporkan dalam keadaan sangat sehat dan aktif bergerak.
Kabar yang paling menggembirakan adalah adanya penambahan bobot pada hewan ternak. Secara visual dan pengukuran awal, sapi-sapi di kandang Kampung Akhlak terlihat lebih gemuk dan berisi dibandingkan saat awal masa pembelian.
Perkembangan positif ini merupakan bukti nyata dari dedikasi para peternak dalam menjalankan Standar Operasional (SOP) harian, terutama dalam hal pemberian pakan yang rutin dan bergizi.
Kebersihan Kandang Sebagai Prioritas
Penambahan bobot sapi ini juga tidak lepas dari komitmen anggota kelompok peternak yang selalu mengusahakan kandang dalam kondisi yang bersih. Berdasarkan SOP yang disepakati, pembersihan kandang dilakukan setiap hari dengan jadwal dua kali sehari.
Lingkungan kandang yang bersih secara langsung berdampak pada kenyamanan sapi saat beristirahat dan makan, sehingga proses pencernaan dan penyerapan nutrisi pakan berjalan lebih optimal.
Rencana Tindak Lanjut (RTL) Peternakan
Meskipun hasil Monev perdana menunjukkan tren yang sangat memuaskan, tim pendamping dan para peternak tidak lantas berpuas diri. Untuk mempertahankan grafik positif ini, mereka telah merumuskan Rencana Tindak Lanjut (RTL).
Fokus utama ke depannya adalah mengevaluasi tingkat kecukupan asupan pakan, serta terus memonitor secara ketat pertambahan bobot dan kelancaran sirkulasi kesehatan sapi. Sebagai tindakan antisipatif medis, kelompok ternak juga berencana untuk segera melakukan pemberian obat cacing pada periode berikutnya guna menjaga kesehatan saluran pencernaan sapi.
Label:
Kabar Berita